JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar Rupiah akan segera keluar dari tekanan pasar global dan kembali bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta pada periode Juli dan Agustus 2026 mendatang. Langkah optimistis ini diambil sebagai bagian dari upaya bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih membayangi mata uang Garuda.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat meskipun menghadapi tekanan eksternal yang cukup dinamis. “Kami sangat yakin nilai tukar Rupiah akan segera keluar dari tekanan dan kembali bergerak menguat terhadap Dolar AS, terutama saat memasuki periode Juli dan Agustus 2026,” ujar perwakilan BI dalam keterangan resminya terkait proyeksi nilai tukar mendatang.
Selain fokus pada penguatan nilai tukar, Bank Indonesia juga terus melakukan bauran kebijakan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap pada jalur yang positif. Fokus pada periode Juli-Agustus 2026 tersebut diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan mata uang nasional yang akan memberikan sentimen positif bagi para investor serta pelaku usaha di tanah air.

