By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Gugatan Mahasiswi Cornell University Ungkap Politisasi Title IX di Amerika Serikat
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Pendidikan > Gugatan Mahasiswi Cornell University Ungkap Politisasi Title IX di Amerika Serikat
Pendidikan

Gugatan Mahasiswi Cornell University Ungkap Politisasi Title IX di Amerika Serikat

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Oktober 22, 2026 3:18 am
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
SHARE

ITHACA – Seorang mahasiswi di Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat, baru-baru ini mengajukan gugatan hukum terhadap kampusnya setelah pihak universitas dinilai gagal memberikan perlindungan yang memadai saat ia melaporkan kasus kekerasan seksual. Insiden ini memicu perhatian nasional kembali terhadap Title IX, sebuah undang-undang federal yang melarang diskriminasi berbasis seks dalam institusi pendidikan yang menerima dana dari pemerintah. Kasus ini menjadi pintu masuk bagi Michael C. Bender, koresponden Washington, untuk menelusuri bagaimana implementasi Title IX telah mengalami pergeseran fungsi dari instrumen perlindungan hak sipil menjadi alat politik selama pergantian administrasi kepresidenan.

Interpretasi Title IX tercatat mengalami perubahan drastis dalam satu dekade terakhir, terutama saat transisi kekuasaan dari pemerintahan Barack Obama ke Donald Trump. Pada era Obama, regulasi ini difokuskan pada penguatan perlindungan bagi korban pelecehan seksual di lingkungan kampus. Namun, di bawah administrasi Trump, kebijakan tersebut dirombak untuk memberikan hak pembelaan yang lebih besar bagi pihak yang dituduh, guna memastikan proses hukum yang dianggap lebih adil. Perubahan standar pembuktian dan prosedur formal ini sering kali membuat mahasiswa dan pihak universitas berada dalam ketidakpastian hukum yang berkepanjangan.

Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya kebijakan pendidikan terhadap siklus politik di Gedung Putih, yang pada akhirnya berdampak langsung pada para penyintas di universitas. Dalam laporannya, Michael C. Bender memberikan catatan kritis mengenai fenomena pergeseran regulasi ini. “Title IX kini telah bertransformasi dari sekadar undang-undang hak sipil menjadi alat politik yang digunakan untuk mendefinisikan batas-batas keadilan di kampus,” ungkap Bender saat menjelaskan bagaimana hukum federal tersebut diperebutkan oleh berbagai kepentingan politik.

TAGGED:Amerika SerikatCornell UniversityKebijakan PendidikanMichael C. Benderpelecehan seksualTitle IX
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Misi Ketiga Penyelamatan Hiu Bukangi yang Terjebak di Kanal Busan Korea Selatan
Next Article DPRD Kukar Setujui Hibah Lahan Gudang Bulog di Bukit Biru Tenggarong

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

PJJ di Samarinda Tak Bisa Disamaratakan, Puji Soroti Kendala Internet Siswa
Pendidikan
Ahmad Sahroni Tolak Usul KPK Soal Perampasan Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN
Hukum & Kriminal
Polda Metro Jaya Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum Saat Demo 28 Oktober
Hukum & Kriminal
Menteri P2MI Genjot Kompetensi SDM Indonesia untuk Serap Peluang Kerja Global
Pemerintah

You Might Also Like

Target Pembangunan Sekolah Terpadu Balikpapan Selesai November 2026
Prof. Rudianto Amirta Terpilih Jadi Rektor Unmul Periode 2026-2030
Trump Batalkan Lisensi Produksi Rudal Patriot ke Ukraina, Zelensky Gigit Jari
Ponpes Nurul Amin Samarinda Jadi Pilot Program Pesantren Ramah Anak 2026
Demokrat AS Ambil Sikap Tegas: Tuntut Laporan HAM dan Sanksi bagi Israel
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?