By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: PM Inggris Andy Burnham Kecam Rencana AS Siarkan Live Eksekusi Mati Nidal Hasan
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > PM Inggris Andy Burnham Kecam Rencana AS Siarkan Live Eksekusi Mati Nidal Hasan
Internasional

PM Inggris Andy Burnham Kecam Rencana AS Siarkan Live Eksekusi Mati Nidal Hasan

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Oktober 12, 2026 8:42 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham saat memberikan keterangan pers mengenai isu kemanusiaan internasional. (Sumber: News - Detikcom)
SHARE

LONDON – Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, melayangkan kecaman keras terhadap pemerintah Amerika Serikat terkait rencana penyiaran langsung proses eksekusi mati mantan tentara Nidal Hasan yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Langkah provokatif ini dinilai melanggar etika kemanusiaan global, di mana Nidal Hasan merupakan terpidana mati atas kasus penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood pada tahun 2009 yang menewaskan belasan orang.

Burnham menegaskan bahwa mempertontonkan proses pencabutan nyawa manusia sebagai konsumsi publik adalah sebuah kemunduran bagi peradaban modern. Ia mendesak otoritas terkait untuk membatalkan rencana siaran tersebut karena dianggap tidak memiliki urgensi hukum selain hanya menampilkan kekerasan. “Rencana untuk menyiarkan eksekusi ini adalah tindakan yang benar-benar menjijikkan dan tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab,” tegas Burnham dalam pernyataan resminya.

Kasus Nidal Hasan sendiri memang telah menjadi perhatian dunia sejak aksi penembakan brutalnya terungkap. Meskipun tindakan kriminal yang dilakukannya sangat berat, namun rencana penyiaran secara langsung (live) tetap memicu kontroversi luas di kancah internasional. Banyak pihak khawatir bahwa tontonan tersebut justru akan menciptakan preseden buruk dalam sistem keadilan dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh negara-negara demokrasi.

TAGGED:Amerika SerikatAndy BurnhamBerita InternasionalEksekusi MatiFort HoodNidal HasanPM Inggris
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kanwil Kemenag Kaltim Gandeng Itjen Kemenag RI Siapkan Zona Integritas
Next Article Kutai Timur Bidik Wisatawan Nasional Lewat Erau Adat Pelas Benua

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Karhutla Bromo 2026: 1.807 Hektare Hangus, Petugas dan Atlet Jadi Korban
Nasional
Gadi Eisenkot Muncul Jadi Penantang Utama Benjamin Netanyahu di Pemilu Israel
Internasional
Kasus Bullying 13 Siswi SMPN 10 Ciputat, KPAI Desak Proses Hukum Pelaku
Pendidikan
Jadwal Super League Hari Ini 26 Oktober 2026: Persija dan Persebaya Main
Olahraga

You Might Also Like

Banjir Bandang Nepal: 1.300 Orang Tewas dan 5.000 Warga Hilang
Jet Militer Taiwan Jatuh saat Simulasi Gagal Mesin, 2 Pilot Tewas
Misteri Ahmadinejad: AS dan Israel Diduga Siapkan Rencana Pascaperang Iran
Persaingan Jaksa Agung Texas Memanas, Chip Roy Kantongi Dana $8 Juta
Dilema Strategis Israel: Risiko Serangan Rudal Iran Pasca Konflik 15 Jam
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?