WASHINGTON D.C. – Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat saat ini bertindak sebagai ‘Guardian Angels’ atau Malaikat Pelindung bagi kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz, Timur Tengah, guna mengantisipasi ancaman penutupan jalur pelayaran oleh pihak Iran. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas distribusi energi global mengingat posisi strategis selat tersebut sebagai jalur utama pengiriman minyak dunia.
Istilah Guardian Angels ini merujuk pada peran pengawasan keamanan ketat yang dilakukan militer AS untuk memastikan setiap kapal tanker dapat melintas tanpa gangguan keamanan. Trump menekankan bahwa tanggung jawab ini sangat besar bagi stabilitas ekonomi, namun ia juga mempertanyakan kontribusi negara lain. “Amerika Serikat adalah Guardian Angels bagi kapal-kapal di Selat Hormuz, tetapi kita tidak mendapatkan apa-apa dari itu,” ujar Trump dalam pernyataannya mengenai kebijakan luar negeri tersebut.
Sejarah nama Guardian Angels sendiri sebenarnya berakar dari kelompok relawan penjaga keamanan sipil yang populer di New York pada tahun 1970-an, namun kini diadopsi oleh Trump dalam konteks geopolitik maritim. Kebijakan ini memicu perdebatan luas mengenai keberlanjutan pendanaan operasi keamanan tersebut dan apakah negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah seharusnya ikut menanggung biaya proteksi tersebut.

