BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, secara resmi mengadopsi konsep ekonomi sirkular sebagai strategi utama untuk mendorong masuknya investasi baru guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya nyata pemerintah setempat dalam menjaga ekosistem darat maupun laut agar pertumbuhan ekonomi tetap selaras dengan pelestarian lingkungan hidup di wilayah Bumi Batiwakkal.
Melalui skema ini, Pemkab Berau menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya yang efisien dengan meminimalkan limbah dan memaksimalkan nilai tambah produk dari setiap aktivitas industri. “Kami berkomitmen menjadikan ekonomi sirkular sebagai pendorong investasi agar setiap pembangunan yang masuk tetap berwawasan lingkungan dan mengedepankan keseimbangan ekosistem,” ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Berau saat menjelaskan visi pembangunan daerah.
Transformasi ekonomi ini diharapkan tidak hanya menarik minat investor yang berfokus pada bisnis hijau, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal dalam jangka panjang. Dengan memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan, Kabupaten Berau optimis dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjaga kekayaan alam yang menjadi aset vital bagi masa depan Kalimantan Timur.

