NEW YORK – Nancy Kissinger, seorang pakar kebijakan luar negeri sekaligus istri dari mendiang mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry A. Kissinger, meninggal dunia pada usia 92 tahun di sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, setelah sempat mengalami sakit singkat. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga pada Jumat waktu setempat, menandai berpulangnya sosok yang selama puluhan tahun dikenal sangat mahir dalam isu-isu global dan setia mendampingi suaminya dalam berbagai misi diplomatik penting ke seluruh penjuru dunia.
Semasa hidupnya, Nancy bukan sekadar pendamping protokol, melainkan rekan intelektual yang memiliki wawasan luas terhadap dinamika politik internasional. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pernah bekerja untuk Nelson Rockefeller, yang menjadikannya sebagai salah satu figur yang sangat dihormati di lingkaran elit kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Kedekatannya dengan isu-isu global membuatnya mampu menavigasi kompleksitas diplomasi bersama suaminya selama masa-masa krusial sejarah dunia.
Pihak keluarga mengenang kontribusi dan kepribadiannya yang luar biasa selama mendampingi Henry Kissinger. “Nancy merupakan sosok yang sangat cerdas secara politik dan selalu memberikan perspektif yang tajam dalam setiap perjalanan diplomatik yang ia lalui bersama suaminya,” ungkap perwakilan kantor keluarga Kissinger dalam pernyataan resmi mereka. Kepergiannya ini menyusul wafatnya sang suami, Henry Kissinger, yang meninggal dunia pada November 2023 lalu di usia 100 tahun.
Kematian Nancy Kissinger menandai berakhirnya era pasangan diplomatik paling berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat modern. Pasangan yang menikah sejak tahun 1974 ini meninggalkan warisan besar dalam dunia kebijakan internasional, di mana Nancy selalu menjadi pilar pendukung utama di balik layar kesuksesan diplomasi Henry Kissinger selama bertahun-tahun.
