JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menghadiri seminar nasional pengusulan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) sebagai Pahlawan Nasional di Jakarta pada Selasa (22/10), guna menekankan peran vital sang sastrawan dalam proses modernisasi bahasa Indonesia. Kehadiran Mensos dalam agenda ini bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap proses pemberian gelar kehormatan bagi tokoh yang telah berjasa besar bagi identitas bangsa dan kebudayaan tersebut.
Dalam pemaparannya, Gus Ipul menyoroti bahwa warisan intelektual Sutan Takdir Alisjahbana bukan sekadar karya sastra, melainkan fondasi bagi bahasa Indonesia agar mampu bersaing di era modern. Beliau menilai bahwa gagasan-gagasan STA telah mempersatukan keragaman suku melalui bahasa yang terstruktur secara sistematis. “Sutan Takdir Alisjahbana adalah tokoh visioner yang berjasa meletakkan dasar-dasar bahasa Indonesia yang modern sebagai alat pemersatu bangsa,” ujar Gus Ipul di sela-sela acara tersebut.
Seminar pengusulan ini menjadi langkah administratif sekaligus akademis yang penting sebelum gelar Pahlawan Nasional diputuskan oleh Presiden. Melalui kriteria yang ketat, peran STA dalam bidang kebahasaan dan pemikiran kebangsaan dianggap sangat layak untuk mendapatkan pengakuan tertinggi dari negara. Pemerintah berharap melalui pemberian gelar ini, semangat literasi dan kebangsaan STA dapat terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia.

