SAMARINDA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim melakukan survei lapangan guna mendampingi pengembangan unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Pondok Pesantren (PP) Nurul Amin Samarinda sebagai langkah konkret memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan keagamaan. Program asistensi yang berlangsung baru-baru ini bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan pesantren agar mampu menopang kebutuhan operasional secara mandiri.
Pengembangan unit usaha AMDK ini diproyeksikan tidak hanya melayani konsumsi internal pesantren, tetapi juga menyasar pasar yang lebih luas untuk meningkatkan pendapatan ekonomi lembaga. Dukungan dari Bank Indonesia mencakup aspek teknis dan manajerial guna memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang baik dan kompetitif di pasaran. Melalui sinergi ini, pesantren diharapkan bertransformasi menjadi entitas yang memiliki ketahanan finansial melalui sektor usaha yang dikelola secara profesional.
Pihak terkait menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar unit bisnis ini berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. “Pengembangan usaha AMDK ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri bagi pesantren, sehingga mampu menopang kebutuhan operasional secara berkelanjutan tanpa bergantung pada bantuan luar,” ungkap perwakilan tim pendamping dalam survei lokasi tersebut di Samarinda.
Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui institusi pesantren di Kalimantan Timur. Dengan keberhasilan proyek AMDK di PP Nurul Amin, pola serupa diharapkan dapat diduplikasi oleh pesantren lain untuk menciptakan jaringan ekonomi syariah yang lebih kuat dan mandiri di level daerah maupun nasional.

