BEIRUT – Militer Israel kembali melancarkan serangan udara mematikan ke sebuah kota di Lebanon bagian selatan pada Senin (7/9) dini hari yang menyebabkan sedikitnya 11 orang tewas, termasuk dua anak-anak dan dua petugas medis. Serangan mendadak ini menyasar area pemukiman warga di tengah meningkatnya tensi konflik di wilayah perbatasan, yang bertujuan untuk melumpuhkan titik-titik strategis namun justru berdampak fatal pada warga sipil dan tenaga kesehatan.
Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sangat mencekam dengan kerusakan bangunan yang cukup parah akibat hantaman rudal jet tempur Israel. Tim penyelamat hingga saat ini masih terus berupaya melakukan proses evakuasi di bawah reruntuhan bangunan guna mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di area terdampak ledakan tersebut.
Otoritas kesehatan setempat mengecam keras tindakan ini, terutama karena jatuhnya korban dari kalangan petugas medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. “Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur yang masif,” ujar salah seorang petugas medis di lokasi kejadian. Eskalasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

