By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Apakah Kongres AS Bisa Hentikan Perang Iran? Simak Fakta War Powers Act
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Apakah Kongres AS Bisa Hentikan Perang Iran? Simak Fakta War Powers Act
Internasional

Apakah Kongres AS Bisa Hentikan Perang Iran? Simak Fakta War Powers Act

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Agustus 1, 2026 6:01 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
SHARE

WASHINGTON – Di Washington, Amerika Serikat, perdebatan mengenai kewenangan parlemen dalam menghentikan potensi perang dengan Iran kini menjadi sorotan tajam setelah Presiden Donald Trump dinilai berupaya melakukan tindakan militer tanpa persetujuan legislatif. Secara hukum, Konstitusi AS memang memberikan wewenang kepada Kongres melalui War Powers Act untuk membatasi durasi konflik bersenjata, namun dalam praktiknya, presiden sering kali memiliki celah untuk bertindak secara mandiri demi keamanan nasional.

Peter Baker, koresponden utama Gedung Putih, memberikan analisis mendalam mengenai bagaimana otoritas eksekutif sering kali melampaui batas yang ditetapkan oleh undang-undang tersebut. Dalam laporannya, Baker menegaskan posisi presiden saat ini dengan menyatakan, “Donald Trump adalah presiden terbaru yang menemukan cara untuk terlibat dalam perang tanpa persetujuan kongres,” yang merujuk pada pola historis pemimpin AS dalam memangkas jalur birokrasi parlemen.

Meskipun War Powers Act dirancang sebagai mekanisme kontrol untuk mencegah keterlibatan militer yang berkepanjangan tanpa dukungan rakyat melalui perwakilannya, tantangan hukum di lapangan tetap kompleks. Situasi ini memicu diskusi luas mengenai efektivitas sistem checks and balances di Amerika Serikat, terutama ketika menghadapi eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang melibatkan kepentingan geopolitik besar.

TAGGED:Amerika SerikatDonald TrumpIranKongres ASPolitik Internasional
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Krisis Migran Spanyol: 60 Ribu Orang Terobos Ceuta dari Maroko
Next Article DWP Kemenag Kaltim Perkuat Komitmen Madrasah Inklusif di MAN Bontang

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

PSM Makassar vs Arema FC: Marcos Santos Targetkan Singo Edan Curi 3 Poin
Olahraga
Target Pembangunan Sekolah Terpadu Balikpapan Selesai November 2026
Pendidikan
Prabowo Hadiri KTT BRICS di India, Disambut Hangat PM Narendra Modi
Internasional
FKUB Samarinda Tetapkan 8 Program Kerja Strategis 2026-2027 untuk Perkuat Toleransi
Daerah

You Might Also Like

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Kim Jong Un Sambut Hangat di Pyongyang
Debat Senat Michigan: Haley Stevens Serang Abdul El-Sayed Terkait Pencitraan
Arab Saudi Eksekusi Mati 100 Orang Tahun Ini, Mayoritas Kasus Narkoba
Timor Leste Berkabung Sepekan Atas Wafatnya Eks Presiden Francisco Lu Olo Guterres
Iran Gempur Pangkalan Jet F-18 AS di Yordania dan Armada Ke-5 Bahrain
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?