MEDAN – Tim SAR gabungan bersama Basarnas mengerahkan sejumlah alat berat untuk mengevakuasi empat orang korban yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan pasca-ledakan hebat di perumahan mewah Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara. Insiden yang menghancurkan rumah tersebut memicu respon cepat dari petugas penyelamat guna melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian pada hari ini.
Proses evakuasi difokuskan pada pembersihan puing-puing bangunan yang cukup berat guna membuka akses bagi tim penyelamat masuk ke titik yang diduga menjadi lokasi para korban. Mengingat kondisi struktur bangunan yang tidak stabil, penggunaan ekskavator dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mempercepat proses evakuasi tanpa membahayakan petugas di lapangan.
“Kami saat ini memprioritaskan pemindahan material beton yang tebal menggunakan alat berat agar akses menuju posisi korban yang diduga terjebak bisa segera terbuka,” ungkap salah satu petugas tim evakuasi di lokasi kejadian. Upaya penyelamatan ini terus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu keruntuhan susulan di area terdampak.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari ledakan yang menggegerkan warga Kota Medan tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian dan tim Labfor. Sementara itu, area di sekitar lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna memudahkan mobilitas alat berat dan memastikan keamanan masyarakat setempat selama proses evakuasi berlangsung.

