SAMARINDA – DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Who) secara resmi mendorong (What) pemerintah daerah untuk segera memperluas jangkauan edukasi mengenai HIV/AIDS (Why) di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Kaltim (Where) pada pertengahan November ini (When) sebagai langkah nyata menghapus stigma negatif serta diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) yang masih terjadi di masyarakat (How).
Upaya ini dilakukan mengingat literasi publik yang masih rendah seringkali memicu perlakuan tidak adil bagi para penyintas, sehingga sosialisasi intensif dinilai menjadi kunci utama. Anggota DPRD Kaltim menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami cara penularan yang benar agar tidak ada lagi ketakutan yang berlebihan. “Stigma ini muncul karena ketidaktahuan. Kami ingin edukasi ini menyasar hingga tingkat paling bawah agar masyarakat paham bagaimana penularan yang sebenarnya dan tidak menjauhi orangnya,” ujar perwakilan DPRD Kaltim saat memberikan keterangan resminya.
Selain menyasar masyarakat umum, program edukasi ini juga diharapkan melibatkan lembaga pendidikan dan komunitas kepemudaan guna memutus rantai penularan di usia produktif. Melalui langkah preventif dan edukatif yang komprehensif, DPRD Kaltim berharap ODHIV bisa mendapatkan dukungan moral yang layak dan akses layanan kesehatan tanpa merasa terpinggirkan di lingkungannya sendiri.

