TIRANA – Ribuan mahasiswa bersama warga sipil menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran yang berujung ricuh di Tirana, Albania, baru-baru ini untuk menuntut reformasi sistem pendidikan serta memprotes lonjakan biaya hidup yang kian mencekik. Demonstrasi yang berlangsung di pusat ibu kota ini juga dipicu oleh kemarahan publik terhadap rencana pembangunan proyek properti mewah yang melibatkan Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump. Massa yang meradang sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat mereka mencoba menerobos barikade di depan gedung-gedung pemerintahan.
Salah satu koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat sudah mencapai titik jenuh terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap lebih memihak investor asing dibandingkan rakyat sendiri. “Kami tidak hanya memperjuangkan hak pendidikan yang layak bagi generasi muda, tetapi juga melawan ketidakadilan ekonomi yang membuat hidup warga Albania semakin sulit dari hari ke hari,” ujar salah satu demonstran di tengah kerumunan massa yang membawa spanduk kecaman.
Keterlibatan Jared Kushner dalam proyek pengembangan kawasan pesisir menjadi isu sensitif yang memperkeruh suasana, karena dinilai sebagai bentuk privatisasi aset nasional untuk kepentingan elite global. Pemerintah Albania menyatakan bahwa investasi tersebut bertujuan untuk mendongkrak sektor pariwisata, namun pengunjuk rasa tetap mendesak adanya transparansi dan prioritas pada penurunan harga kebutuhan pokok. Hingga saat ini, ketegangan di Tirana masih terus dipantau seiring dengan ancaman gelombang protes lanjutan jika tuntutan massa tidak segera dipenuhi oleh otoritas setempat.
