JAKARTA – Wakil Menteri Pertahanan (Wamentan) M Saleh Mustafa memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada dalam posisi yang sangat aman dengan jumlah mencapai 4,5 juta ton di Jakarta, Senin (28/10). Langkah penguatan cadangan pangan ini dilakukan pemerintah guna menjamin ketersediaan bahan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia di tengah berbagai tantangan global. Ketersediaan stok yang melimpah tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga 10 bulan ke depan.
M Saleh Mustafa menjelaskan bahwa jumlah cadangan beras tersebut merupakan hasil dari sinergi antara optimalisasi serapan gabah petani lokal dan manajemen distribusi yang efisien. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan di berbagai gudang penyimpanan guna mencegah potensi kelangkaan pangan di berbagai daerah. “Stok beras nasional mencapai 4,5 juta ton saat ini atau aman hingga 10 bulan ke depan,” tegasnya saat memberikan keterangan resmi terkait ketahanan pangan nasional.
Selain fokus pada ketersediaan stok, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga beras di pasar agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas. Program penguatan ketahanan pangan ini menjadi prioritas utama untuk mengantisipasi dinamika pasar internasional maupun fluktuasi produksi domestik yang tidak menentu. Dengan cadangan yang solid, Indonesia optimis mampu menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan pokok di masa mendatang secara mandiri.

