SAMARINDA – Kelompok pemuda dan konten kreator yang tergabung dalam komunitas Borneo Kind melakukan aksi penanaman 1.000 bibit pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wilayah Kalimantan Timur pada pekan ini guna mempercepat pemulihan ekosistem lingkungan yang rusak secara kolektif.
Inisiatif ini muncul sebagai bentuk kepedulian nyata generasi muda terhadap kondisi hutan Kalimantan yang kian terancam oleh kebakaran setiap musim kemarau panjang melanda. Perwakilan Borneo Kind menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian alam di Bumi Etam. “Gerakan ini lahir dari rasa prihatin kami melihat dampak karhutla yang merusak paru-paru dunia, sehingga kami ingin berkontribusi langsung dalam menghijaukan kembali area yang terdampak,” ujar salah satu anggota komunitas.
Aksi penanaman pohon ini juga menggandeng para pemberi pengaruh (influencer) media sosial untuk menyebarkan pesan positif terkait pentingnya reboisasi dan pencegahan karhutla. Dengan melibatkan konten kreator, diharapkan kesadaran akan isu lingkungan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi Z dan milenial agar lebih peduli terhadap keberlanjutan hutan di masa depan.
