JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggelar audiensi strategis bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah perguruan tinggi di Jakarta baru-baru ini guna menggenjot kompetensi SDM Indonesia dalam menyerap peluang kerja global. Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala rendahnya kualifikasi tenaga kerja lokal yang menyebabkan banyak posisi pekerjaan formal di luar negeri belum terserap secara optimal hingga saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri P2MI menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan pemahaman hukum yang baik. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk memperkuat sistem perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak dari masa persiapan di dalam negeri. “Kami berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi guna melahirkan pekerja migran yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional,” tegas Menteri P2MI dalam pernyataan resminya.
Selain peningkatan kualitas individu, audiensi ini juga membahas integrasi data antara pusat, daerah, dan institusi pendidikan untuk mempermudah pemetaan peluang kerja di berbagai negara. Melalui penguatan kompetensi ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu menggeser dominasi pekerja migran di sektor informal ke sektor formal yang lebih profesional dan menjanjikan di masa depan.

