JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan di Jakarta bahwa pengembangan sektor ekonomi hijau diproyeksikan mampu menyerap hingga 5,3 juta tenaga kerja baru pada tahun 2029 mendatang. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 2,3 persen.
Transformasi menuju ekonomi hijau menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global sekaligus menciptakan peluang lapangan kerja baru yang ramah lingkungan. Sektor ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya saing industri dalam negeri di pasar internasional melalui pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.
Airlangga menegaskan bahwa potensi besar ini harus dioptimalkan melalui sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah dan investasi sektor swasta guna mencapai target pembangunan nasional. “Ekonomi hijau ini bisa menyerap 5,3 juta tenaga kerja pada 2029 dan memberikan kontribusi tambahan sebesar 2,3 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya dalam keterangan resmi baru-baru ini.
Optimisme pemerintah dalam mengakselerasi ekonomi hijau juga diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur pendukung dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Dengan strategi yang tepat, pencapaian target penyerapan jutaan tenaga kerja tersebut diyakini akan memperkuat stabilitas ekonomi nasional sekaligus mewujudkan komitmen net zero emission di masa depan.

