MAKASSAR – Seorang santri penghafal 30 juz Alquran asal Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini berhasil menggemparkan dunia teknologi internasional setelah menemukan celah keamanan tingkat kritis (critical vulnerability) pada sistem milik NASA di Amerika Serikat. Temuan luar biasa ini didapatkan sang santri melalui ketelitiannya dalam melakukan pemindaian siber secara mandiri guna menguji ketangguhan infrastruktur digital lembaga antariksa tersebut.
Prestasi ini membuktikan bahwa kemampuan talenta muda Indonesia di bidang keamanan siber tidak dapat dipandang sebelah mata, bahkan oleh organisasi sekelas NASA. “Saya mencoba melakukan riset mendalam pada beberapa titik akses sistem mereka dan tidak menyangka menemukan celah yang masuk dalam kategori sangat berbahaya atau kritis bagi keamanan data,” ungkap santri tersebut saat menjelaskan proses penemuannya.
Pihak terkait kini tengah memberikan perhatian khusus terhadap talenta sang hafiz yang mampu menyeimbangkan ilmu agama dan keahlian teknologi informasi di era digital. Keberhasilannya diharapkan menjadi motivasi besar bagi para santri di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa latar belakang pendidikan pesantren mampu mencetak pakar teknologi yang diperhitungkan di kancah global.

