KARO – Febi Yona, seorang siswi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami kondisi memprihatinkan berupa kesulitan bicara dan gangguan ingatan serius setelah diduga menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini. Insiden yang merenggut kesehatan warga Karo tersebut kini tengah menjadi sorotan publik karena dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh makanan yang seharusnya menunjang gizi anak sekolah tersebut.
Penderitaan fisik dan psikis yang dialami Febi membuatnya merasa putus asa di tengah masa pemulihan yang berjalan lambat. Dalam sebuah momen penuh haru saat didampingi keluarganya, Febi menyampaikan keinginan sederhananya untuk sembuh dan kembali belajar. “Aku lelah sakit mama, aku mau sekolah,” ucap Febi dengan nada terbata-bata yang menggambarkan betapa berat beban yang ia tanggung akibat insiden tersebut.
Kondisi Febi memicu perdebatan mengenai langkah hukum yang bisa ditempuh oleh para korban terhadap pihak penyelenggara atau negara. Mengingat dampak kesehatan yang permanen atau jangka panjang seperti gangguan saraf, muncul pertanyaan besar mengenai hak korban untuk melayangkan gugatan hukum demi mendapatkan kompensasi atas kelalaian dalam pengawasan standar keamanan pangan pada program MBG tersebut.

