By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Harga Bensin Iran Melejit Akibat Sanksi AS, Pemerintah Tetapkan Tarif Baru
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Ekonomi & Bisnis > Harga Bensin Iran Melejit Akibat Sanksi AS, Pemerintah Tetapkan Tarif Baru
Ekonomi & Bisnis

Harga Bensin Iran Melejit Akibat Sanksi AS, Pemerintah Tetapkan Tarif Baru

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: September 8, 2026 8:42 am
By Redaksi Kaltimfocus
1 Min Read
Share
Suasana stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Iran yang mengalami penyesuaian harga akibat sanksi ekonomi Amerika Serikat. (Sumber: News - Detikcom)
SHARE

TEHERAN – Pemerintah Iran resmi menetapkan tarif baru bensin pada tingkatan ketiga di Teheran menyusul kebijakan Amerika Serikat yang memperketat sanksi ekonomi terhadap negara tersebut baru-baru ini. Lonjakan harga bahan bakar ini terjadi sebagai dampak langsung dari tekanan internasional yang mengganggu stabilitas pasokan energi dan distribusi di dalam negeri Iran secara signifikan.

Langkah penetapan harga baru ini diambil sebagai respons atas krisis fiskal yang semakin memburuk akibat blokade perdagangan yang kian intensif. Otoritas setempat berharap kebijakan penyesuaian tarif ini dapat mengendalikan konsumsi BBM nasional serta menjaga keseimbangan anggaran negara di tengah keterbatasan cadangan devisa yang terus tergerus.

Menanggapi situasi tersebut, pejabat berwenang menyatakan bahwa penyesuaian harga merupakan pilihan sulit yang tidak terhindarkan demi menjaga stok nasional. “Kami terpaksa menerapkan tarif bensin tingkatan ketiga demi menjaga keberlangsungan pasokan energi di tengah tekanan sanksi yang kian menjepit ekonomi kami,” ujar salah satu juru bicara otoritas energi Iran. Kebijakan ini kini memicu perhatian global terkait dampaknya terhadap stabilitas ekonomi di kawasan Timur Tengah.

TAGGED:Amerika SerikatEkonomi GlobalHarga BensinIranKrisis EnergiSanksi AS
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Israel Gelar Latihan Militer Skala Besar di Perbatasan Yordania
Next Article Israel Kembali Serang Lebanon Selatan, 11 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Polda Metro Jaya Imbau Massa Jaga Fasilitas Umum Saat Demo 28 Oktober
Hukum & Kriminal
Menteri P2MI Genjot Kompetensi SDM Indonesia untuk Serap Peluang Kerja Global
Pemerintah
Hasil Pilpres Brasil: Lula da Silva Menang, Akhiri Dominasi Sayap Kanan
Internasional
17 WNA Malaysia dan Singapura Ditangkap di Bali, Kelola Markas Pinjol Ilegal
Hukum & Kriminal

You Might Also Like

Milisi Irak Pro-Iran Gelar Sayembara Rp179 Miliar untuk Nyawa Donald Trump
Qatar dan Mesir Desak AS-Iran Lanjutkan Negosiasi Demi Stabilitas Kawasan
25 Tahun Pasca 9/11: Transformasi Besar Dunia Intelijen dan Keamanan Global
PT Berau Coal Borong Tiga Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026
Putin dan Trump Berpotensi Bertemu di KTT APEC China November 2026
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?