BANDAR LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan menyebarkan abu hingga wilayah Jakarta dan Bengkulu pada Senin (7/9) pagi. Erupsi ini menyebabkan material abu vulkanik terbawa angin dan terdeteksi berada pada dua lapisan ketinggian yang berbeda, sehingga memicu kewaspadaan bagi penduduk di sepanjang jalur sebaran dari Lampung hingga Sumatra bagian selatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa pergerakan abu vulkanik ini sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di lapisan atmosfer atas. Terkait kondisi tersebut, pihak berwenang mengimbau warga untuk segera melakukan langkah antisipasi terhadap kualitas udara yang mungkin menurun. “Kami terus memantau pergerakan abu vulkanik yang kini telah mencapai wilayah Jakarta dan Bengkulu, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ungkap petugas pemantau dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan. Masyarakat diminta untuk mematuhi radius aman yang telah ditetapkan dan tidak mendekati area kawah dalam jarak tertentu. Pembaruan mengenai kondisi terbaru dan dampak terhadap sektor transportasi udara akan terus diinformasikan oleh pihak terkait demi keamanan masyarakat luas.

