SIDOARJO – Ratusan santri dan siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Sidoarjo diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (01/09). Insiden ini menyebabkan para pelajar mengalami gejala mual dan pusing hingga harus mendapatkan penanganan medis segera, yang memicu kekhawatiran serius terkait standar keamanan pangan program tersebut di wilayah Jawa Timur.
Kasus ini langsung menarik perhatian Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menilai adanya unsur kelalaian dalam penyediaan konsumsi bagi para siswa. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh pihak berwenang untuk memeriksa sampel makanan dan memastikan sumber kontaminasi guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak di masa mendatang.
Menanggapi peristiwa tersebut, YLBHI menegaskan bahwa sanksi tegas harus diberikan kepada pihak yang lalai dalam mengelola program ini. “Pihak penanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas perwakilan YLBHI dalam keterangannya untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menjamin keamanan pangan pelajar.
Saat ini, Pemerintah Daerah Sidoarjo bersama instansi terkait terus memantau kondisi kesehatan para santri sembari menunggu hasil uji laboratorium. Langkah evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan menjadi prioritas utama agar insiden keracunan serupa tidak terulang kembali dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis selanjutnya.

