JAKARTA – Pramono Anung mengecam keras aksi tantangan (challenge) hafalan Al-Quran berhadiah minuman keras (miras) yang terjadi di salah satu booth festival musik The Sounds Project, Jakarta, baru-baru ini. Aksi tersebut memicu kontroversi besar setelah dianggap melecehkan simbol-simbol suci agama dalam sebuah kegiatan hiburan publik yang seharusnya menjunjung tinggi norma kesopanan.
Pramono menegaskan bahwa tindakan mencampuradukkan ayat suci dengan promosi minuman beralkohol adalah hal yang tidak bisa ditoleransi karena mencederai perasaan umat beragama. Menurutnya, kreativitas dalam pemasaran tidak boleh melanggar batasan etika dan sensitivitas SARA. “Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi karena sangat menodai kesucian agama dan mencederai perasaan umat Islam,” tegas Pramono Anung dalam pernyataan resminya.
Ia juga meminta penyelenggara acara dan instansi terkait untuk lebih selektif serta memperketat pengawasan terhadap konten promosi di setiap festival musik. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali dan menjaga kondusivitas serta kerukunan antarumat beragama di wilayah Jakarta.

