JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat pengawasan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia pada bulan September ini, menyusul terjadinya puncak fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi munculnya titik api (hotspot) yang berpotensi merusak ekosistem hutan serta mengganggu kesehatan masyarakat akibat sebaran kabut asap yang luas.
Raja Juli menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan tim lapangan sangat krusial dalam menghadapi cuaca panas yang mencapai titik tertinggi tahun ini. Beliau meminta agar seluruh pihak tidak lengah dalam memantau wilayah-wilayah rawan, terutama lahan gambut yang memiliki tingkat kesulitan pemadaman tinggi. “Saya ingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi memburuk di bulan September yang merupakan puncak El Nino,” tegas Raja Juli Antoni dalam pernyataan resminya di Jakarta.
Selain penguatan patroli darat, Kementerian Kehutanan juga mengoptimalkan teknologi pemantauan satelit guna mendeteksi sebaran panas secara real-time di seluruh pelosok negeri. Melalui sinergi bersama masyarakat peduli api dan aparat keamanan, diharapkan potensi bencana karhutla dapat ditekan seminimal mungkin meski kondisi alam tengah berada dalam fase paling kering akibat dampak El Nino yang signifikan.

