KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kini tengah mempercepat langkah transformasi ekonomi berbasis hilirisasi di wilayah Kalimantan Timur untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor batu bara mentah. Upaya strategis ini dilakukan dengan mulai mengalihkan fokus pembangunan ke industri pengolahan, salah satunya pengembangan industri metanol, guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa depan.
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk adaptasi daerah terhadap dinamika pasar global yang mulai beralih ke energi bersih dan bernilai tambah tinggi. Bupati Kutai Timur menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci utama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah serta kesejahteraan masyarakat lokal. “Kami berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi ini agar kekayaan alam Kutim tidak lagi sekadar diekspor mentah, melainkan diolah menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi seperti metanol,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi terkait kebijakan industri daerah.
Selain sektor pertambangan, Pemkab Kutim juga berencana mengintegrasikan sektor potensial lainnya ke dalam ekosistem hilirisasi tersebut. Percepatan ini diharapkan dapat menarik minat investor besar untuk menanamkan modal di sektor manufaktur dan pengolahan. Dengan adanya industri metanol dan sektor turunan lainnya, Kutai Timur optimis mampu menciptakan lapangan kerja baru yang luas dan memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak lagi rentan terhadap fluktuasi harga komoditas mentah di pasar internasional.

