GAZA – Militer Israel meluncurkan serangan udara mematikan yang menargetkan sejumlah komandan Hamas di Jalur Gaza pada akhir pekan ini, tepat satu hari setelah utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, menyelesaikan kunjungan diplomatiknya untuk mempromosikan rencana demiliterisasi dan pembangunan kembali wilayah tersebut. Operasi militer yang dilakukan di tengah upaya diplomasi ini memicu keraguan besar dari berbagai pihak mengenai efektivitas peta jalan perdamaian Amerika Serikat dalam meredam ketegangan kronis di kawasan tersebut.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan langkah preventif yang diperlukan untuk melumpuhkan sel-sel kepemimpinan kelompok militan yang dianggap mengancam keamanan nasional mereka. Terkait eskalasi ini, seorang juru bicara militer Israel menegaskan, “Target kami adalah komandan senior Hamas yang bertanggung jawab atas operasi teror, dan kami akan terus bertindak tegas demi melindungi warga kami terlepas dari proses politik yang berjalan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kunjungan Jared Kushner sebelumnya bertujuan untuk menggalang dukungan internasional bagi rencana ambisius AS yang melibatkan investasi ekonomi besar-besaran dan penataan ulang keamanan di Gaza. Namun, sinkronisasi yang buruk antara tindakan militer di lapangan dan inisiatif diplomatik Washington membuat masa depan stabilitas di Palestina semakin tidak menentu. Para analis memperingatkan bahwa selama kekerasan fisik terus berlanjut, rencana pembangunan kembali Gaza hanya akan menjadi wacana di atas kertas tanpa implementasi nyata.
