SAMARINDA – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) menggelar edukasi mitigasi bencana yang diikuti oleh sekitar 250 santri di Pondok Pesantren Al-Izzah, Samarinda, pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menanamkan kesiapsiagaan dan keterampilan evakuasi mandiri bagi para santri dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pendidikan melalui pemaparan materi dan simulasi praktis.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, menekankan bahwa pembekalan ini sangat krusial agar generasi muda memiliki ketangguhan saat situasi darurat. “Program TMS ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang memiliki jumlah massa cukup banyak agar mereka siap bertindak saat terjadi musibah,” ujar Achmad Rasyidi dalam sambutannya.
Selama kegiatan berlangsung, para santri diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri serta pengenalan alat-alat kebencanaan yang digunakan oleh personel Tagana di lapangan. Melalui inisiatif ini, diharapkan seluruh warga pesantren tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitar dalam memperkuat resiliensi bencana di Kota Samarinda.
