CEUTA – Para pemimpin kelompok sayap kanan Spanyol beserta aktivis anti-imigrasi menggelar aksi protes di Ceuta pada pekan ini untuk menuntut deportasi segera terhadap ribuan imigran yang melintasi perbatasan secara ilegal. Langkah tegas ini dilakukan sebagai respons atas gelombang kedatangan migran dalam jumlah besar yang membanjiri wilayah eksklave Spanyol di Afrika Utara tersebut sejak pekan lalu, yang telah memicu kekhawatiran terkait keamanan dan kedaulatan wilayah.
Aksi unjuk rasa tersebut mendesak pemerintah agar tidak memberikan izin tinggal dan segera memulangkan para migran yang tersisa ke negara asal mereka. “Kami mendesak otoritas untuk mengambil langkah nyata dan segera memulangkan mereka yang telah melanggar kedaulatan perbatasan kami demi menjaga stabilitas dan keamanan warga lokal di Ceuta,” ujar salah satu orator dari kelompok sayap kanan saat menyuarakan tuntutannya di pusat kota.
Krisis migrasi di Ceuta ini kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah ribuan orang dilaporkan nekat menerjang perbatasan melalui jalur laut dan darat dalam waktu singkat. Selain menuntut pengusiran massal, para demonstran juga meminta penguatan barikade militer di sepanjang perbatasan guna mencegah terulangnya insiden serupa yang dianggap mengancam integritas wilayah Spanyol di daratan Afrika.
