JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hampir separuh wilayah Indonesia kini telah resmi memasuki musim kemarau dengan intensitas curah hujan yang sangat rendah di Jakarta dan berbagai daerah lainnya pada bulan ini. Kondisi transisi cuaca ini dipicu oleh dominasi angin monsun yang membawa massa udara kering, sehingga menyebabkan hujan absen di sejumlah titik strategis tanah air dalam waktu yang cukup lama.
Minimnya intensitas hujan tersebut diperkirakan akan semakin parah akibat adanya potensi fenomena El Niño yang dapat mengurangi curah hujan secara lebih signifikan di berbagai wilayah. “Kami mencatat hampir 50 persen zona musim di Indonesia sudah masuk kemarau, dan pengaruh El Niño akan membuat kondisi lingkungan jauh lebih kering dari biasanya,” ujar juru bicara BMKG saat memberikan keterangan pers mengenai pembaruan kondisi iklim nasional.
Menghadapi fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama di sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Selain menghemat air, warga juga diharapkan waspada terhadap potensi suhu panas yang menyengat di siang hari guna menjaga kesehatan selama puncak musim kemarau berlangsung di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

