JAKARTA – Industri video game global tengah dihebohkan dengan kabar bahwa Rockstar Games berencana merilis Grand Theft Auto (GTA) VI hanya dalam format digital saat peluncurannya yang dijadwalkan pada tahun 2025 mendatang. Langkah berani ini diprediksi akan menjadi titik balik signifikan bagi ekosistem gaming dunia, mengingat GTA merupakan salah satu waralaba terbesar yang memiliki jutaan penggemar fanatik. Spekulasi ini menguat seiring dengan pergeseran perilaku konsumen yang mulai meninggalkan media fisik seperti kepingan disk demi kemudahan akses unduhan langsung melalui toko aplikasi resmi.
Tren ini sebenarnya mengikuti jejak industri musik dan film yang kini hampir sepenuhnya beralih ke platform streaming serta distribusi digital. Banyak pihak menilai bahwa penghapusan edisi fisik dapat membantu pengembang menekan biaya produksi dan distribusi massal secara signifikan. Sebagaimana dikutip dari pengamat industri, “Ketiadaan format fisik untuk judul sebesar GTA 6 bisa menjadi sinyal kuat bahwa era koleksi kaset video game benar-benar sedang menuju kepunahan di tengah dominasi pasar digital yang semakin masif,” ungkapnya.
Meskipun pihak Rockstar Games maupun Take-Two Interactive belum memberikan pernyataan resmi, kekhawatiran mulai muncul di kalangan kolektor dan pemain yang memiliki keterbatasan koneksi internet. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka pemain wajib menyiapkan ruang penyimpanan konsol yang sangat besar untuk menampung data gim yang diprediksi akan sangat masif. Transisi ini tidak hanya mengubah cara orang membeli gim, tetapi juga menegaskan bahwa kepemilikan fisik atas sebuah karya digital kini bukan lagi menjadi prioritas utama bagi para raksasa industri.

