TEHERAN – Pemerintah Iran mengecam keras serangan terbaru yang diluncurkan oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump karena dinilai telah melanggar nota kesepahaman (MoU) yang baru saja diteken di Swiss. Langkah militer ini dianggap Teheran sebagai bentuk pelanggaran sepihak terhadap kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya menjadi landasan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Otoritas Iran menegaskan bahwa tindakan provokatif Washington ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi serius bagi stabilitas global. “Presiden Donald Trump telah melanggar gencatan senjata dan nota kesepahaman yang baru diteken di Swiss, dan penyesalan akan berada di pihak mereka!” tegas juru bicara pemerintah Iran dalam pernyataan resminya kepada media.
Pelanggaran terhadap MoU Swiss ini memicu kemarahan diplomatik yang mendalam, mengingat kesepakatan tersebut baru saja diupayakan melalui jalur negosiasi internasional. Iran kini memperingatkan bahwa eskalasi militer dapat meningkat jika Amerika Serikat tidak segera kembali mematuhi poin-poin perdamaian yang telah disetujui sebelumnya.

