KEBUMEN – Wisatawan dan pemerhati lingkungan kini tengah gencar menyusuri keindahan Hutan Mangrove Sigending di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menawarkan pesona ekosistem pesisir dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kawasan konservasi ini memiliki luas mencapai 17.704 hektar yang berfungsi sebagai benteng pelindung daratan sekaligus pusat edukasi alam bagi masyarakat setempat.
Kawasan hijau ini tercatat menjadi habitat vital bagi sekitar 397 spesies yang meliputi berbagai jenis burung, mamalia, ikan, hingga ekosistem terumbu karang yang saling berkesinambungan. Upaya pelestarian terus ditingkatkan mengingat peran strategis hutan ini dalam menjaga rantai makanan dan mencegah abrasi di wilayah pesisir selatan Jawa. “Wilayah Sigending memiliki peran strategis sebagai habitat ratusan spesies, sehingga perlindungan kawasan hutan mangrove ini menjadi prioritas utama kami dalam menjaga biodiversitas laut,” ungkap perwakilan KKP dalam keterangan resminya.
Selain kekayaan flora dan faunanya, menyusuri rimbunnya bakau di Sigending kini menjadi daya tarik ekowisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif warga sekitar. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pemerintah berharap Hutan Mangrove Sigending dapat menjadi role model nasional dalam integrasi perlindungan lingkungan dan pengembangan pariwisata berbasis alam yang ramah lingkungan.

