JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, mengungkapkan permohonan maaf Presiden Prabowo Subianto terkait keterlambatan agenda penerimaan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) dari sejumlah duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, baru-baru ini. Agenda diplomatik penting ini sempat tertunda akibat padatnya jadwal transisi pemerintahan serta proses pelantikan Kabinet Merah Putih yang menyita waktu di awal masa jabatan presiden.
Anis Matta menjelaskan bahwa keterlambatan ini murni disebabkan oleh kendala teknis penjadwalan dan bukan merupakan unsur kesengajaan dalam hubungan luar negeri. “Bapak Presiden menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para duta besar atas keterlambatan proses ini karena agenda transisi yang sangat padat,” ujar Anis Matta saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai dinamika di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Penyerahan surat kepercayaan merupakan prosedur formal yang wajib dilakukan oleh setiap duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) sebelum memulai tugas resmi mereka di Indonesia. Pemerintah memastikan bahwa pertemuan resmi untuk menerima para utusan negara sahabat tersebut akan segera dijadwalkan kembali guna menjaga stabilitas hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama internasional di masa mendatang.

