JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap mengimpor 150 juta ton minyak mentah dari Rusia guna memperkuat ketahanan energi nasional di Jakarta pada pekan ini. Keputusan strategis ini diambil pemerintah sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri di tengah dinamika geopolitik global yang belum menentu.
Kebijakan tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai rencana meskipun Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mencabut kebijakan pelonggaran sanksi bagi produk minyak dan gas bumi asal Moskow. Pihak berwenang menyatakan bahwa kepentingan nasional dalam mengamankan ketersediaan bahan baku energi menjadi prioritas utama saat ini. “Langkah ini dipastikan tak goyah meskipun Amerika Serikat telah secara resmi mencabut kebijakan pelonggaran sanksi bagi produk minyak dan gas bumi,” tulis pernyataan resmi terkait kebijakan tersebut.
Selain menjaga volume pasokan, kerja sama impor dengan Rusia ini diharapkan dapat memberikan alternatif harga yang lebih kompetitif bagi pasar domestik. Pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memitigasi risiko teknis maupun transaksi keuangan agar proses pengapalan minyak tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti dari aturan internasional yang ada.

