PARIS – Museum Louvre di Paris resmi menunjuk tim arsitek gabungan dari Prancis dan Jerman untuk memimpin proyek ekspansi besar-besaran yang mencakup pembangunan ruang baru khusus bagi lukisan legendaris Mona Lisa. Langkah strategis ini diumumkan baru-baru ini sebagai upaya pihak museum untuk mengatasi kepadatan wisatawan dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas daya tampung hingga tiga juta pengunjung tambahan setiap tahunnya melalui penataan ulang ruang pameran yang lebih modern.
Proyek ini sangat krusial mengingat lukisan karya Leonardo da Vinci tersebut merupakan daya tarik utama yang kerap memicu antrean panjang. Pihak manajemen menekankan pentingnya kenyamanan bagi para pecinta seni global yang datang ke Prancis. “Tujuan utama kami adalah memberikan pengalaman yang lebih baik bagi jutaan orang yang datang setiap tahun khusus untuk melihat Mona Lisa, sekaligus mengoptimalkan alur sirkulasi di dalam museum agar lebih efisien,” ujar perwakilan resmi Museum Louvre dalam keterangan tertulisnya.
Selain fokus pada pemindahan lukisan ikonik tersebut ke lokasi yang lebih luas, proyek ini juga akan mencakup perombakan infrastruktur pendukung untuk menyambut lonjakan kunjungan di masa depan. Dengan kolaborasi lintas negara antara arsitek Prancis dan Jerman, Louvre berkomitmen untuk tetap menjadi destinasi budaya utama dunia yang mampu mengimbangi popularitasnya yang terus meningkat tanpa mengesampingkan nilai sejarah bangunan aslinya.
