BOGOR – Perum Bulog mencatatkan realisasi penyerapan gabah dan beras nasional yang mencapai 1,7 juta ton pada periode Januari hingga awal April 2026 di tengah kegiatan panen padi Inpari 32 di Kampung Tematik Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat. Capaian ini menunjukkan akselerasi yang lebih cepat dibandingkan tahun 2025 guna memperkuat stabilitas ketahanan pangan nasional serta mengantisipasi dinamika pasar global yang fluktuatif.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tren panen positif yang terjadi di berbagai daerah sentra produksi padi. “Realisasi penyerapan tahun ini menunjukkan percepatan dibandingkan periode sebelumnya, di mana angka serupa baru tercapai pada akhir April tahun lalu,” ungkap manajemen Perum Bulog dalam laporan resminya. Percepatan ini menjadi sinyal positif bagi kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.
Optimisme pemerintah semakin menguat dengan target penyerapan gabah yang dipatok sebesar 4 juta ton pada awal Juni 2026 mendatang. Dengan ketersediaan stok yang melimpah dari hasil panen petani lokal, Bulog berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan pasokan beras di pasar agar harga tetap stabil bagi masyarakat luas.
