TEHERAN – Garda Revolusi Iran secara resmi memberikan izin kepada lebih dari 30 kapal kargo asal China untuk kembali melintasi Selat Hormuz sejak kemarin, guna memulihkan kelancaran jalur perdagangan di kawasan tersebut. Langkah ini diambil otoritas Teheran setelah sebelumnya sempat melakukan pemblokiran pengiriman kapal asing akibat meningkatnya eskalasi ketegangan perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kebijakan ini menjadi momen krusial mengingat Selat Hormuz merupakan urat nadi distribusi energi dan logistik global yang sangat vital.
Keputusan pembukaan akses navigasi ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran pelaku pasar internasional terhadap stabilitas pasokan komoditas di wilayah Timur Tengah. Pemerintah Iran menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Beijing telah dilakukan untuk memastikan keamanan armada yang melintas di perairan tersebut. “Kami telah memberikan izin resmi kepada puluhan kapal China untuk melewati jalur navigasi Selat Hormuz sebagai bagian dari dukungan terhadap arus logistik internasional,” ungkap juru bicara otoritas keamanan terkait dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, ketegangan militer yang melibatkan pihak AS dan Israel memaksa Iran memperketat pengawasan dan menutup akses bagi sejumlah kapal asing yang dianggap berisiko. Dengan normalisasi jalur bagi kapal-kapal China, tekanan terhadap rantai pasok global diharapkan mulai berkurang. Kebijakan ini juga dipandang sebagai strategi diplomatik Iran dalam menjaga hubungan ekonomi dengan mitra strategisnya di tengah situasi geopolitik yang masih dinamis di kawasan Teluk.

