MANILA – Seorang senator Filipina yang juga mantan kepala polisi era Presiden Rodrigo Duterte dilaporkan berlindung di dalam gedung Senat di Manila guna menghindari upaya penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Langkah tersebut diambil pada hari ini, hanya beberapa jam sebelum ICC merilis surat perintah penangkapan resmi terkait peran sang senator dalam memimpin operasi perang melawan narkoba yang kontroversial dan mematikan di negara tersebut.
Situasi di sekitar kompleks legislatif sempat menegang setelah muncul kabar mengenai pergerakan aparat hukum internasional. Menanggapi kondisi darurat ini, salah satu pejabat keamanan di lingkungan legislatif memberikan pernyataan tegas mengenai prosedur perlindungan bagi anggota dewan. “Kami tetap berkomitmen untuk menjaga integritas institusi dan akan memastikan bahwa setiap tindakan hukum di area Senat harus dilakukan sesuai dengan protokol keamanan serta koordinasi yang jelas,” ujar narasumber terkait saat dimintai keterangan mengenai keberadaan sang senator.
Kasus ini merupakan perkembangan terbaru dari penyelidikan panjang ICC terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia berat selama kampanye antinarkoba di masa pemerintahan Duterte. Senator yang bersangkutan, yang dikenal sebagai arsitek utama kebijakan tersebut, hingga saat ini masih bertahan di dalam gedung Senat dan menolak untuk menyerahkan diri kepada yurisdiksi pengadilan internasional tersebut.

