TANGERANG – Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akhirnya menginjakkan kaki di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada hari ini. Kepulangan mereka menandai berakhirnya masa penahanan sewenang-wenang yang dilakukan oleh otoritas Israel setelah kapal bantuan yang mereka tumpangi dihadang secara paksa di perairan internasional saat menuju Palestina.
Selama masa penahanan, para relawan ini dilaporkan mengalami perlakuan tidak manusiawi dan tekanan fisik yang berat dari pihak penjaga. Salah satu korban mengungkapkan penderitaan yang mereka alami selama berada di dalam sel tahanan Israel sebelum akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air. “Selama diculik, kami ditahan dan disiksa oleh petugas di sana, kondisi di dalam benar-benar sangat sulit bagi kami semua,” ujar salah satu perwakilan WNI korban penculikan tersebut saat ditemui di area kedatangan.
Pemerintah Indonesia melalui kementerian terkait memastikan bahwa kesembilan WNI tersebut akan segera mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pendampingan psikologis pasca-trauma. Insiden penculikan dalam misi Global Sumud Flotilla ini kembali memicu kecaman internasional terhadap tindakan represif militer Israel terhadap aktivis kemanusiaan yang berupaya menyalurkan bantuan logistik ke jalur Gaza.

