LONDON – Puluhan ribu warga Inggris turun ke jalanan Kota London pada Sabtu (16/5) untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran bertajuk “Unite the Kingdom” guna menyuarakan keresahan atas meningkatnya sentimen anti-imigran Muslim di negara tersebut. Aksi massa yang memadati pusat kota ini dipicu oleh akumulasi ketegangan sosial terkait isu identitas nasional, keamanan, dan kebijakan perbatasan yang dinilai longgar oleh sebagian kelompok masyarakat.
Keresahan para demonstran berakar dari persepsi bahwa gelombang migrasi telah mengubah lanskap budaya dan beban sosial di Inggris secara signifikan. Salah seorang orator aksi dalam pernyataannya menekankan pentingnya kedaulatan warga lokal di tengah perubahan sosiopolitik ini. “Kami di sini untuk memastikan suara rakyat didengar karena masyarakat merasa identitas dan keamanan negara mulai terancam oleh kebijakan imigrasi yang tidak terkontrol,” ujar salah satu koordinator lapangan saat menyampaikan orasinya di depan massa.
Sentimen ini semakin diperparah oleh penyebaran misinformasi di platform media sosial yang sering kali menyudutkan komunitas Muslim, sehingga memicu polarisasi yang lebih tajam di tengah masyarakat Inggris. Meskipun aksi berjalan di bawah pengawalan ketat kepolisian, fenomena ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah Inggris dalam menjaga stabilitas sosial dan menangani isu integrasi imigran secara komprehensif tanpa memicu perpecahan antar-etnis.

