BEIJING – Generasi Z di China belakangan ini menciptakan tren unik dengan beralih mengidolakan seorang profesor antropologi di tengah tekanan sosial yang tinggi di negara tersebut. Fenomena yang viral di berbagai platform media sosial Tiongkok ini menunjukkan pergeseran minat anak muda dari aktor drama China (dracin) atau selebgram populer menuju sosok intelektual yang mampu membedah problematika kehidupan secara mendalam dan relevan dengan kondisi mereka saat ini.
Kepopuleran sang profesor meroket karena ia dinilai mampu memberikan pencerahan mengenai fenomena tekanan kerja dan persaingan hidup yang melelahkan bagi kaum muda. Melalui diskusi yang kritis namun mudah dipahami, ia menawarkan sudut pandang baru bagi para pengikutnya yang mulai jenuh dengan standar kesuksesan konvensional. Salah seorang penggemarnya menyatakan, “Pemikiran beliau memberikan ruang bagi kami untuk bernapas dan memahami bahwa dunia tidak hanya soal kompetisi yang tiada habisnya,” ungkapnya melalui kolom komentar media sosial setempat.
Tren ini membuktikan bahwa nilai-nilai intelektualitas kini mulai mendapat tempat istimewa di hati anak muda Negeri Tirai Bambu mengalahkan konten hiburan arus utama. Dengan gaya penyampaian yang lugas, sosok profesor ini berhasil membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan analisis sosial bisa menjadi jauh lebih menarik serta inspiratif bagi Gen Z dibandingkan gaya hidup mewah yang sering ditampilkan oleh para selebritas di layar kaca.

