JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan yang menyebut dirinya tidak menghormati pakar saat menyampaikan pidatonya di Jakarta baru-baru ini. Prabowo menyatakan bahwa pernyataannya telah dipelintir oleh pihak tertentu seolah-olah ia meremehkan peran akademisi, padahal klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan konteks pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan data saintifik dalam pembangunan nasional.
Prabowo menegaskan komitmennya terhadap ilmu pengetahuan dengan mengundang para ahli untuk duduk bersama membahas solusi konkret, khususnya mengenai pengelolaan lahan gambut di Indonesia. Beliau ingin memastikan bahwa setiap langkah strategis yang diambil pemerintah memiliki landasan teori yang kuat dari para pakar di bidangnya. “Jangan seolah-olah saya tidak menghormati pakar, justru saya mengundang mereka untuk bersama-sama membahas penanganan lahan gambut secara komprehensif,” ujar Prabowo dalam keterangannya.
Langkah ini diambil guna meredam spekulasi negatif yang berkembang di publik sekaligus menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap kritik yang membangun. Dengan mengajak para pakar berdiskusi langsung, Presiden berharap program-progam strategis negara dapat dieksekusi dengan lebih efektif dan berbasis pada keahlian yang mumpuni demi kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan.

