LOS ANGELES – Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, melontarkan kritik keras terhadap keputusan FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Los Angeles. Garcia menilai keputusan tersebut tidak adil dan mencederai sportivitas karena Balogun seharusnya dilarang bertanding setelah insiden pelanggaran keras di pertandingan sebelumnya.
Kekecewaan ini muncul karena Balogun merupakan ancaman utama di lini depan tim tuan rumah yang akan dihadapi oleh skuad Setan Merah. Pembatalan sanksi secara mendadak tersebut dianggap memberikan keuntungan tidak wajar bagi Amerika Serikat, sementara Belgia merasa dirugikan oleh inkonsistensi penegakan aturan disiplin dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.
Rudi Garcia secara blak-blakan menyebut situasi ini sebagai hal yang tidak masuk akal bagi timnya yang tengah fokus melakukan persiapan taktis. “Pembatalan hukuman kartu merah Folarin Balogun adalah sebuah lelucon yang tidak lucu bagi kami, terutama di tengah ketatnya persaingan babak 16 besar Piala Dunia,” ujar Garcia dalam sesi konferensi pers resmi.
Kini, Belgia harus memutar otak lebih keras untuk mengantisipasi kehadiran Balogun yang dipastikan akan memimpin lini serang AS dalam laga hidup mati mendatang. Kontroversi ini diprediksi akan meningkatkan tensi pertandingan antara kedua negara demi memperebutkan tiket ke babak perempat final.

