MAKASSAR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya strategi penanganan konflik sosial yang terpadu saat memimpin Dialog Forkopimda se-Sulawesi di Kota Makassar guna menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Tito memaparkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini potensi gangguan di tengah masyarakat.
Eks Kapolri tersebut menggarisbawahi bahwa terdapat tiga pilar utama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh kepala daerah untuk meredam gejolak sosial.
“Penanganan konflik sosial harus dilakukan secara terpadu melalui tiga tahapan utama, yakni pencegahan, penghentian konflik, dan pemulihan pasca-konflik,” ujar Tito Karnavian di hadapan jajaran pimpinan daerah Sulawesi.
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa tahap pencegahan memerlukan pemetaan masalah yang akurat di tingkat akar rumput agar setiap riak kecil tidak membesar menjadi konflik terbuka.
Melalui koordinasi Forkopimda yang solid, diharapkan pemulihan pasca-konflik juga dapat berjalan cepat guna mengembalikan fungsi pelayanan publik dan kohesi sosial di wilayah terdampak.

