By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Kaltimfocus Kaltimfocus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Reading: Sisi Kelam Kurir Korea Selatan: Jang Deok-jun Meninggal Akibat Kelelahan Kerja
Share
Font ResizerAa
Kaltimfocus Kaltimfocus
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Categories
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Olahraga
    • Pemerintah
    • Teknologi
    • Lainnya
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Kaltimfocus > Blog > Internasional > Sisi Kelam Kurir Korea Selatan: Jang Deok-jun Meninggal Akibat Kelelahan Kerja
Internasional

Sisi Kelam Kurir Korea Selatan: Jang Deok-jun Meninggal Akibat Kelelahan Kerja

Redaksi Kaltimfocus
Last updated: Juli 28, 2026 8:39 am
By Redaksi Kaltimfocus
2 Min Read
Share
Kasus kematian Jang Deok-jun menyoroti beban kerja ekstrem kurir paket di Korea Selatan yang berujung pada kelelahan kronis. (Sumber: BBC News Indonesia)
SHARE

SEOUL – Seorang kurir paket bernama Jang Deok-jun ditemukan meninggal dunia di Seoul, Korea Selatan, setelah menyelesaikan sif malam yang menguras tenaga di tengah ketatnya persaingan industri pengiriman ekspres. Tragedi ini terjadi akibat kelelahan kronis yang membuat berat badan pria tersebut turun drastis hingga 15 kilogram sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhir. Insiden memilukan ini memicu perdebatan nasional mengenai standar keselamatan kerja dan beban berat yang harus ditanggung para pekerja logistik demi mengejar target pengiriman kilat.

Kematian Jang Deok-jun mengungkap realitas pahit di balik kenyamanan layanan pengiriman satu hari yang sangat populer di Negeri Ginseng tersebut. Pihak keluarga dan serikat pekerja menyoroti jam kerja ekstrem yang memaksa para kurir bekerja tanpa istirahat yang memadai untuk memenuhi kuota harian. “Anak saya meninggal karena kelelahan kronis setelah bekerja terus-menerus tanpa istirahat yang cukup di bawah tekanan target perusahaan yang tidak manusiawi,” ujar perwakilan keluarga dalam sebuah pernyataan resmi yang menuntut keadilan bagi almarhum.

Fenomena kematian akibat kerja berlebihan, atau yang dikenal dengan istilah ‘gwarosa’, kini menjadi perhatian serius pemerintah Korea Selatan untuk segera mereformasi regulasi ketenagakerjaan. Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan layanan ekspres untuk lebih memprioritaskan kesehatan para pekerja dibandingkan kecepatan distribusi barang. Dengan adanya tekanan publik yang semakin kuat, industri logistik didesak untuk menghapus sistem kerja yang eksploitatif guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut di masa depan.

TAGGED:gwarosaJang Deok-junkelelahan kerjaKorea Selatankurir paketsisi kelam pengiriman ekspres
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jakarta Gelar Asian Taekwondo Indonesia Open: Targetkan Prestasi dan Ekonomi
Next Article Aliansi GEMA Bulungan Soroti Dugaan Pemotongan Gaji Pekerja Dapur MBG Bhayangkara

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

25 Tahun Pasca 9/11: Transformasi Besar Dunia Intelijen dan Keamanan Global
Internasional
Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI: Menag Tekankan Ukhuwah dan Inklusivitas
Event / Acara
Marion Jola Lawan Trauma Air Laut hingga Kantongi Sertifikasi Freediving
Umum / Lainnya
Tim SAR Kesulitan Tembus Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang
Nasional

You Might Also Like

Pemilihan Primer Alabama Jadi Ujian Pengaruh Trump di Partai Republik
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 781 Orang, 2.502 Masih Hilang
Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan Picu Gelombang Islamofobia
Iran Kecam Sanksi Ekonomi Baru AS: Melanggar Hukum Internasional
Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 13 Orang, Termasuk 8 Polisi
Kaltimfocus Kaltimfocus
© 2026 Kaltimfocus. All Rights Reserved.
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Redaksi
Bergabunglah dengan kami!
Berlangganan buletin kami dan jangan pernah ketinggalan berita terbaru, podcast, dan lainnya.
Bebas spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?