SAMARINDA – Ustaz Rahmatullah menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kemerdekaan sejati saat mengisi siaran program Hikmah Pagi di RRI Pro 4 Samarinda, Kalimantan Timur, baru-baru ini. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa perjuangan terbesar bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan bukan lagi melawan penjajah asing, melainkan perjuangan batin untuk mengendalikan hawa nafsu dan ego pribadi yang seringkali membelenggu manusia.
Menurut Ustaz Rahmatullah, banyak orang salah kaprah dengan menganggap kemerdekaan hanya sebatas kebebasan fisik suatu negara dari kedaulatan bangsa lain. Padahal, esensi kemerdekaan yang sesungguhnya mencakup kemandirian jiwa dan kejernihan hati dari sifat-sifat buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekitar.
“Seseorang bisa tetap merasa terjajah ketika hidupnya dikendalikan oleh ambisi, keserakahan, dan keinginan yang tidak terkendali,” ujar Ustaz Rahmatullah menegaskan pentingnya refleksi diri. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai titik balik dalam memperbaiki akhlak dan memperkuat kontrol diri demi mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan bermartabat.

