TANJUNG SELOR – Aliansi Gerakan Masyarakat (GEMA) Bulungan secara resmi menyoroti adanya dugaan pemotongan upah yang menimpa para pekerja dapur di program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bhayangkara, Tanjung Selor, baru-baru ini. Sorotan ini mencuat setelah adanya laporan mengenai ketidaksesuaian pembayaran gaji yang diterima tenaga kerja, padahal program ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang bertujuan memenuhi gizi masyarakat melalui sistem kerja yayasan yang seharusnya tertib dan transparan.
Pihak aliansi menegaskan bahwa integritas pengelola dapur sangat dipertaruhkan dalam menjalankan amanah program nasional tersebut agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan rakyat kecil. “Dalam menjalankan program sebuah yayasan, MBG menjadi baik ketika pengolahan dan sistem kerjanya dilaksanakan dengan tertib dan tidak menyeleweng,” tegas perwakilan GEMA Bulungan saat memberikan pernyataan terkait kewajiban para pengurus dapur.
Kini, masyarakat mendesak agar pihak pengelola Dapur MBG Bhayangkara segera memberikan klarifikasi terbuka dan memenuhi hak finansial para pekerja secara penuh. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kredibilitas program pemenuhan gizi di wilayah Kalimantan Utara agar tetap berjalan sesuai jalurnya tanpa diwarnai isu praktik pungutan atau pemotongan upah yang tidak sah secara aturan.

