SAMARINDA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim memperkuat kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren melalui program Sharia Kaltimpreneurs di Samarinda, sebagai langkah nyata memberikan bekal keterampilan wirausaha bagi para santri. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek religius, tetapi juga ketahanan finansial lembaga pendidikan Islam agar mampu berkembang secara mandiri.
Integrasi antara pendidikan karakter dan pemberdayaan ekonomi ini mulai terlihat dampaknya di berbagai lembaga, salah satunya di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Amin Samarinda. Perwakilan Humas Kanwil Kemenag Kaltim menyatakan pentingnya program ini bagi masa depan lulusan. “Program ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat kemandirian pesantren, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk belajar berwirausaha dan memiliki keterampilan sebagai bekal setelah lulus,” tuturnya dalam keterangan resmi.
Melalui pembinaan intensif dari Bank Indonesia, pesantren kini didorong untuk mengelola berbagai unit usaha produktif yang sejalan dengan prinsip syariah. Langkah strategis ini diharapkan dapat mencetak generasi santri di Kalimantan Timur yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tangguh untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.

