NUSANTARA – Debit air di Intake Sepaku yang menjadi sumber air baku utama Ibu Kota Nusantara (IKN) dilaporkan menyusut hingga 40 sentimeter pada Senin (24/8/2026) akibat kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut. Penurunan volume air ini memicu langkah sigap dari otoritas terkait untuk segera mengkaji ulang kapasitas produksi air bersih guna menjamin kebutuhan domestik di IKN tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan.
Kondisi alam yang ekstrem menyebabkan sumber air baku tidak mendapatkan suplai yang cukup meskipun hujan sempat mengguyur wilayah Sepaku dalam durasi singkat. Penurunan level air yang mencapai angka signifikan ini memerlukan perhatian serius agar distribusi air ke kawasan inti pemerintahan tidak terganggu. “Debit air di Intake Sepaku tercatat menyusut sekitar 40 sentimeter, akibat kemarau panjang yang melanda kawasan Sepaku,” ungkap laporan terkini mengenai kondisi infrastruktur air di lokasi.
Meskipun hujan sempat turun pada pukul 05.30 WITA, dampaknya dinilai belum mampu memulihkan kondisi debit air ke posisi normal. Pemerintah kini terus melakukan pemantauan intensif terhadap fluktuasi air di Intake Sepaku dan menyiapkan skema mitigasi jika musim kering terus berlanjut. Evaluasi produksi air dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan bagi seluruh penghuni dan pembangunan di Ibu Kota Nusantara.

