KAGOSHIMA – Gunung Sakurajima yang terletak di Prefektur Kagoshima, Jepang, kembali mengalami erupsi pada Rabu (28/10) yang mengakibatkan kolom abu vulkanik tebal membubung setinggi 2.200 meter di atas kawah. Fenomena alam ini terjadi akibat peningkatan aktivitas magma di dalam perut gunung, yang memicu semburan material vulkanik ke udara secara signifikan di wilayah tersebut.
Aktivitas erupsi yang berpusat di kawah Minamidake ini dilaporkan menyebarkan abu tebal ke arah area sekitar, yang berpotensi mengganggu jarak pandang dan pernapasan warga. Meskipun intensitasnya cukup tinggi, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat letusan yang terjadi pada tengah pekan tersebut.
Pihak berwenang setempat segera mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap dampak abu vulkanik. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi jatuhnya batu vulkanik dan aliran piroklastik dalam radius dua kilometer dari kawah,” ungkap perwakilan Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam keterangan resminya.
Saat ini, status waspada untuk Gunung Sakurajima masih dipertahankan pada level yang membatasi akses masyarakat ke area puncak. Pemerintah daerah menginstruksikan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari dampak buruk dari paparan abu vulkanik yang terbawa angin.

